🦊 Konsep Warung Bakso Kekinian
17Daftar Cafe Hits Kekinian di Kendal Cocok untuk Nongkrong. Cafe Keboe'n yang terletak di Jalan Permata Indah Perum Permata Indah, Kepatihan, Bogares Lor, Kecamatan Pangkah, kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Cafe ini buka mulai pukul 16.00 - 00.00 WIB.
Konsepangkringan - saat ini ada berbagai macam usaha yang digeluti banyak orang, salah satunya ialah angkringan ini, memang ketika kita berkeliling kota pasti sudah pernah menemui yang namanya tempat nongkrong ini, berbagai macam konsep angkringan mulai dari warung hingga lesehan.
Adabanyak aneka pilihan menu toping yang disediakan oleh franchise Baso Aci Akang. Ada cuankie kembung, cuankie siomay, cuankie tahu mini, batagor kering, batagor mini crispy, dan sukro cikur yang dibanderol dengan harga mulai Rp 1.000 - Rp 1.500. Selain itu Baso Aci Akang juga menyediakan tambahan toping baso aci, ceker, sayap, tetelan
Bahanutama bakso hitam tetap menggunakan daging, tetapi diberi campuran arang hitam yang dapat dikonsumsi. Inovasi bakso hitam tidak hanya pada warnanya saja, bakso hitam juga diisi dengan lelehan coklat yang mana ketika bakso tersebut dibelah maka coklat akan bercampur dengan kuah. Bakso Setan - Bakso Unik dan Kekinian
xvAm. Bedi Zubaedi Pemilik Resto Makan Bakso Meskipun masuk di kategori bisnis yang sudah lazim ditemukan di setiap sudut kota, bakso selalu diminati. Itulah mengapa Bedi Zubaedi optimistis Resto Makan Bakso yang diluncurkankan dengan berbalut konsep kekinian, unik dan kualitas, akan mampu bersaing. “Makan Bakso konsepnya berbeda dengan warung bakso umumnya. Kebersihan kami jamin, juga kehalalannya, menu unik dan harga terjangkau. Bakso ini bisa dibilang makanan sejuta umat’. Akan tetapi, jika yang ditawarkan adalah konsep baru dan menu yang unik, saya percaya produk kami akan menjadi pilihan utama pecinta bakso,” katanya saat peluncuran Resto Makan Bakso 10/03/2020 di Duren Sawit Jakarta Timur. Item produknya antara lain menu bakso polos, urat, jumbo dan ditambah bakso kekinian dengan isi keju, mozarela, serta yang paling istimewa adalah bakso Tamago telur ceplok setengah matang yang disajikan di atas bakso dan mie. “Cita rasa istimewa Makan Bakso tertuang di dalam kuah kaldunya; ada consommé, sumsum, iga, ditambah baksonya yang lezat dan sensasi paduan telur setengah matang. Sehingga menu Makan Bakso memiliki gizi dan energi yang tinggi,” jelas Bedi. Dalam menjaga kualitas baksonya, pihaknya memperhatikan mata rantai proses pembuatannya mulai dari daging sapi Bali segar hasil potongan langsung, kemudian diolah menggunakan peralatan yang seluruhnya stainless steel, selanjutnya dikirim ke cabang-cabang dengan sesuai standar. Sehingga jaminan 99% kualitas tinggi terjamin sesuai standar. Benita Adzani, Managing Director Makan Bakso, mengungkapkan tahun ini pihaknya menargetkan akan buka 10 resto yang dimiliki sendiri. Ia yakin target akan tercapai, bahkan bisa melampaui dengan dukungan Bedi Corporation yang ahli di bisnis makanan, dan membangun brand, serta mengikuti perkembangan zaman. Dan seperti halnya bisnis-bisnis di bawah Bedi Corporation sebelumnya yang membuka peluang kemitraan, Makan Bakso juga siap menerima calon mitra. Benita menegaskan bahwa profesionalitas manajemen dari grup bisnis ini, akan membuat para mitra Makan Bakso dapat meraih untung dalam investasinya. Untuk mitra bisnis, dibutuhkan dana Rp 150-400 juta untuk setiap gerai Makan Bakso tergantung kondisi ruko. Untuk kerja sama kemitraan ini ada dua konsep yang ditawarkan yaitu, manage by principal dan manage by mitra. Bedi Corporation sudah sejak 2012 fokus di bisnis Food and Beverage didirkan oleh Bedi Zubaedi. Ia juga pendiri Quick Chicken yang merupakan resto siap saji lokal sejak 2000. Selain itu ada resto Huma Steak sejak 2012, Bedilicious, Nomi Nomi Delight, Ayam Goreng Kampung Hj. Listiawari, AGTL Ny. Nannys. Editor Eva Martha Rahayu
SENSASITamago’ atau telur berpadu dengan bakso bukan hanya sebagai isian. Namun, telur ternyata bisa juga dijadikan toping dalam penyajian bakso. Bakso Tamago’ merupakan menu paling laku di kedai bakso Makan Bakso’ yang baru dibuka pada 10 Februari kemarin. Warung yang dipopulerkan oleh Bedi Zubaedi, sang maestro di bidang waralaba khususnya food and beverage F&B ini mengenalkan konsep bakso kekinian. “Bakso sudah terbukti menjadi makanan yang sustainable. Semua orang suka bakso mulai dati anak-anak hingga orang tua, kaya miskin suka bakso. Tanpa harus edukasi lagi, ini adalah produk yang simpel," kata Bedi Zubaedi di Jakarta, Selasa 11/3. Bedi mengatakan, Resto Makan Bakso’ menyediakan beragam menu bakso. Ada bakso polos, urat, jumbo, dan ditambah bakso kekinian dengan isi keju, mozarela, serta yang paling istimewa adalah bakso Tamago. Ini adalah telur ceplok setengah matang yang disajikan di atas bakso dan mie. Cita rasa istimewa Makan Bakso tertuang di dalam kuah kaldunya. Ada consomme, sumsum, iga, ditambah baksonya yang lezat dan sensasi paduan telur setengah matang. Baca juga Warga Banjarmasin mulai Berburu Empon-Empon “Bakso Tamago ini pertama di Indonesia, bahkan di dunia,” lanjut dia. Bedi mengaku untuk menjaga kualitas baksonya, pihaknya menjaga mata rantai proses pembuatannya mulai dari pembelian daging sapi Bali segar hasil potongan langsung, kemudian diolah menggunakan peralatan yang seluruhnya stainless steel. Bahkan, dalam pembuatan adonan Bakso Ia tak menyampurkan bahan kimiawi apapun. Selanjutnya, bakso segar tersebut dikirim ke cabang-cabang dengan sesuai standar. Dengan demikian, jaminan 99% kualitas tinggi terjamin sesuai standar. “Bisnis F&B tentu DNA-nya ada di produk. Menjaga kualitas produk dan layanan merupakan kunci paling penting,” ujar Bedi. Baca juga Kapau untuk Selera Milenial Managing Director Makan Bakso Benita Adzani mengatakan, sebelum launching, pihaknya banyak melakukan riset menu. Salah satunya dalam pemilihan toping telur ceplok setengah matang. Ini merupakan makanan sehari-hari yang sangat familiar. "Telur kan makanan sehari-hari. Pagi telur, siang telur bahkan malam pun kadang orang makan nasi goreng pakai telur. Bahkan, sempat ramai nasi telur kecap. Akhirnya kami pakai Tomago, dan ini sudah jadi top selling,” katanya. Menurut Benita, ke depannya dia menargetkan dapat memiliki 10 resto milik sendiri. Dia meyakini target itu akan terpenuhi, bahkan bisa saja terlampaui dengan dukungan penuh dari Bedi Corporation yang expert bisnis makanan, dan terbukti dengan setiap brand yang dibangunnya selalu diterima market, serta mengikuti perkembangan zaman dan tren. “Seperti halnya bisnis-bisnis di bawah Bedi Corporation sebelumnya yang membuka peluang kemitraan, Makan Bakso juga siap menerima calon mitra. Apalagi bisnis di Indonesia dikuasi oleh F&B sebesar 40% dan pertumbuhannya baik. Selain itu, minat masyarakat makan bakso juga tinggi," tandas dia. OL-7
konsep warung bakso kekinian