🧧 Ciri Khas Eksploitasi Sumber Alam Semasa Pendudukan Jepang Adalah
Politikimperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Dengan kekerasan.berbagai cara, Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji-janji maupun I Pengaruh Pendudukan Jepang Terhadap Berbagai Sendi Kehidupan Bangsa
Rabu 05 Juni 2019. Berbagai informasi mengenai Ciri Khas Eksploitasi Sumber Alam Semasa Pendudukan Jepang Adalah. Asia Pacific Defense Forum. Sumber : ufdc.ufl.edu. Intervensi Amerika Serikat Dalam Perjuangan Kemerdekaan. Sumber : brill.com. Cisform Center For The Study Of Islam And Social. Sumber : adoc.tips.
PENUTUP 3.1 Kesimpulan. · Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. · Asal mula terjadinya Negara dibagi menjadi 2 yaitu secara primer dan sekunder.
Betapaberat penderitaan kaum muslimin semasa penjajahan Belanda selama kurang lebih 3,5 abad. Penindasan, adu domba (Devide et Impera), pengerukan kekayaan alam sebanyak-banyaknya dan membiarkan rakyat Indonesia dalam keadaan miskin dan terbelakang adalah kondisi yang dialami saat itu. Pendudukan Jepang di Indonesia diawali di kota
Kamiselalu membuka tangan menerima siapa saja untuk bergabung bersama kami mendampingi dan membantu mereka menyelesaikan permasalahan usahataninya, menguatkan mental dan sepirit mereka, hingga mereka tidak lagi merasakan memiliki banyak kelemahan. disadur dari saungtani.com. tien212700 memberi reputasi. Diubah oleh 502badgateway 25-07
Justanother LEMON TEA SOCIO HOLICH Sebuah perjalanan panjanguntuk menggapai sebuah cita dan harapan pada akhirnya aku dilabuhkan di kota pelajar Yogyakarta, aku dipertemukan dengan kawan-kawan dengan berbagai ciri khas dan bakat unik yang mereka miliki, canda tawa yang ,menghiasi hari-hari kami sungguh sebuah
Dr Ir. H. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966:11, 81 Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda BAB 4 MANUSIA DAN CINTA KASIH
Fungsitransformasi ini adalah untuk menghindari realitas yang nyata menuju penegakan realitas Ilahi Tuhan yang tidak nyata, Menurut al-Qur’an, itulah sebabnya mengapa setiap suatu dalam seluruh realitas yang nyata dari atas kebawah (top to battom) tidak lain kecuali “tanda” yang merujuk kepada Tuhan, tidak hanya fenomena alam, animasi
EstiDwi Wardayati. Suprihartoyo Djuminah Suprihartoyo - Djuminah - Esti Dwi Wardayati - Suprihartoyo Djuminah Esti Dwi Wardayati Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undasng. Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 3 untuk SMP dan MTs Kelas IX. Penyusun : Suprihartoyo Djuminah Esti Dwi Wardayati Editor : Tri Harjanto Suciati Diah
Namundampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat, serta penumpukan utang luar negeri. kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat
Hariguru adalah hari dimana kita memperingati jasa yang selama ini telah diberikan oleh sang pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan ikhlas menyampaikan ilmu yang telah mereka peroleh semasa menuntut ilmu. Mereka mengamalkan ilmu mereka kepada para calon penerus bangsa ini. 1) Janganlah kita memandang sebelah mata.
SoekarnoDan Revolusi Yang Belum Selesai. “Soekarno dan Revolusi yang Belum Selesai”. A. Latar Belakang Masalah. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama. Dia merupakan pahlawan bangsa dan sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia. Soekarno adalah presiden yang berani melawan musuh yang dianggap bisa mengganggu kedaulatan
rtsIWNf. - Kendati tak pernah ikut perang dunia secara langsung, Indonesia pernah merasakan penderitaan akibat Perang Dunia II. Saat itu, Indonesia tengah dijajah Jepang yang terlibat PD II melawan Sekutu. Untuk memenangkan perang, Jepang memanfaatkan Indonesia yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Jepang memberlakukan ekonomi perang di itu ekonomi perang? Ekonomi perang adalah kebijakan mengerahkan semua kekuatan ekonomi untuk menopang keperluan perang. Baca juga Kedatangan Jepang di Indonesia, Mengapa Disambut Gembira? Dikutip dari Masa Pendudukan Jepang di Indonesia 2019, di awal kedatangannya, Jepang memberlakukan ekonomi self help atau berusaha untuk memenuhi sendiri kebutuhan pemerintahan Jepang di berusaha memperbaiki ekonomi Indonesia yang hancur. Ketika Jepang berusaha merebut Indonesia dari Belanda, Belanda memilih membumihanguskan obyek-obyek vital. Ini dimaksudkan agar Jepang kesulitan mengambil alih Indonesia. Setelah berhasil merebut Indonesia dari Belanda, Jepang terpaksa memperbaiki sarana-sarana yang rusak. Sarana-sarana itu meliputi transportasi, telekomunikasi, dan bangunan-bangunan publik. Baca juga Perang Asia Timur Raya Latar Belakang dan Posisi Jepang Pengendalian perkebunan Khusus perekebunan, dikeluarkan Undang-undang No 322/1942 yang menyatakan bahwa Gunseikan kepala militer langsung mengawasi perkebunan kopi, kina, karet, dan teh. Pengawasan diserahkan kepada Saibai Kigyo Kanrikodan SKK, badan pengawas yang dibentuk gunseikan. SKK juga bertindak sebagai pelaksana pembelian dan penentuan harga jual hasil perkebunan. Bagi Jepang, hanya sedikit komoditas yang bisa berguna menunjang perang. Kopi, teh, dan tembakau diklasifikasikan sebagai para yang kurang berguna bagi perang.
“Arigatogozaimasu” Pasti elo akrab deh, sama ucapan terima kasih dalam bahasa Jepang ini. Kalau di Indonesia sih, biasanya kita suka nerima ucapan arigatogozaimasu pas habis selesai makan di restoran Jepang, ya nggak? Tak bisa dimungkiri kalau negeri Sakura ini memang disukai orang Indonesia. Ya, selain panorama dan budaya di sana, kita itu terasa “dekat” dengan Jepang, karena mereka juga pernah menjajah Indonesia. Meski nih, Jepang cuma menjajah sekitar 3,5 tahun dari 1942-1945, tapi masa pendudukan Jepang yang cuma “seumur jagung” itu juga berkesan. Yap, penjajahan Jepang itu memberikan dampak besar yang dirasakan masyarakat Indonesia. Mulai dari politik, ekonomi, sampai juga sosial. Terus apa saja ya dampak pendudukan Jepang di Indonesia di bidang ekonomi, politik, dan sosial? Yuk, simak penjelasan gue berikut ini! Masa Pendudukan Jepang di IndonesiaDampak Pendudukan Jepang di IndonesiaDampak Pendudukan Jepang di Bidang PolitikDampak Pendudukan Jepang di Bidang Ekonomi Dampak Pendudukan Jepang di Bidang Sosial KesimpulanContoh Soal dan Pembahasan Seperti yang udah elo tahu, negara kita Indonesia, merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Nah, karena kekayaan alam kita ini, jadilah beberapa negara kayak Belanda dan Jepang datang buat eksploitasi nih. Pasca penjajahan, negara yang pernah ngejajah itu jadi suka ngaku-ngaku satu saudara sama orang Indonesia. Kalau orang Jepang nih, ada sebutannya yakni Hakko Ichiu, atau saudara tua Indonesia. Lalu, soal sejarahnya, Jepang itu pertama kali datang ke Indonesia pada 11 Januari 1942. Mereka datang ke Tarakan, Kalimantan Timur. Ayo, tebak kenapa ya, Jepang milih Tarakan? Jadi, Jepang itu sangat membutuhkan suplai bahan bakar minyak setelah hubungannya dengan Amerika Serikat hancur. Nah, si Jepang ini mencari wilayah yang memiliki sumber bahan bakar minyak salah satunya Indonesia. Mendaratlah mereka di Tarakan Kalimantan Timur yang pada saat itu sedang dikuasai Belanda. Pada awalnya kedatangan Jepang ini disambut baik oleh rakyat Indonesia. Hal ini karena, pada saat itu Jepang datang ke Indonesia dengan mengaku sebagai saudara tua. Jepang juga mengimingi untuk mengusir sekutu. Akhirnya, bangsa Indonesia percaya dengan gerakan 3A Jepang cahaya Asia, Jepang pemimpin Asia, dan Jepang pelindung Asia. Sebab, gerakan ini menjadi titik awal rakyat Indonesia untuk lepas dari penjajahan. Namun, apa yang terjadi sangat berbeda dengan harapan bangsa Indonesia. Ternyata gerakan 3 A merupakan salah satu strategi Jepang untuk dapat menguasai Indonesia dan melakukan eksploitasi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Jadilah, selama 3,5 tahun Jepang berhasil menguasai Indonesia dan meninggalkan sejarah yang kelam karena kekejaman-kekejaman yang dilakukan. Kedatangan Jepang di Tarakan Dok. Wikimedia Commons Baca Juga Proses Kedatangan Jepang ke Indonesia Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia Kedatangan Jepang ke Indonesia dengan strategi menjadi “saudara tua” Indonesia, akhirnya membawa keberhasilan bagi Jepang untuk mengusir sekutu dan menguasai wilayah Indonesia. Dengan kekuasaan yang dimiliki tersebut, Jepang melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Beberapa penderitaan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia antara lain banyak rakyat Indonesia yang merasakan siksaan fisik, ditahan tanpa alasan yang jelas, adanya perbudakan seks, munculnya kerja paksa atau romusha yang sistemnya sangat nggak manusiawi, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian yang dialami oleh rakyat Indonesia akibat pendudukan Jepang. Namun, di balik sejarah kelam yang ditinggalkan oleh Jepang, ada beberapa dampak yang sampai sekarang bisa elo rasain lho, terutama dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Baca Juga Latar Belakang Keterlibatan Jepang pada Perang Dunia II Tentara Jepang di Tarakan Dok. Wikimedia Commons Dampak Pendudukan Jepang di Bidang Politik Pada awal pendudukannya, Jepang memiliki tujuan untuk menghapus pengaruh barat di Indonesia dan menghimpun dukungan dari rakyat Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jepang adalah dengan penghapusan penggunaan bahasa Belanda. Selain itu ada beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam bidang politik, antara lain Restrukturisasi Pemerintahan Elo pasti tahu kan kalau di Indonesia ada yang namanya angkatan darat dan angkatan laut? Ternyata pembentukan angkatan darat dan angkatan laut ini merupakan salah satu dampak politik pendudukan Jepang di Indonesia lho. Pada saat Jepang berkuasa, Jepang melakukan restrukturisasi pemerintahan. Yaitu pembagian pemerintahan menjadi dua yang terdiri dari Rikugun angkatan darat yang menguasai Sumatera serta Malaya dan Kaigun angkatan laut yang menguasai Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Reorganisasi Administrasi Percaya nggak kalau gue bilang Rukun Tetangga RT dan Rukun Warga RW merupakan warisan kehidupan politik pada masa pendudukan Jepang? Yap, emang itu faktanya, guys. Pada saat Jepang menguasai Indonesia, mereka melakukan reorganisasi administrasi. Jepang melakukan perombakan terhadap struktur pemerintahan sesuai dengan kaidah Jepang. Daerah karesidenan berganti menjadi Syu, kabupaten berganti menjadi Ken, kota praja berganti menjadi Syi, kawedanan berganti menjadi Gun, kecamatan berganti menjadi So, desa berganti menjadi Ku, RT dan RW menjadi Tonarigumi. Uniknya, Tonarigumi atau RT dan RW ini bertujuan untuk memata-matai penduduk yang anti Jepang. Propaganda dan Akomodasi Tokoh Penguasa Strategi Jepang untuk menguasai Indonesia emang nggak main-main, deh. Dalam usahanya menguasai Indonesia, Jepang melakukan beberapa propaganda. Selain mengaku sebagai “saudara tua” dan meluncurkan gerakan 3A demi mendapat simpati bangsa juga membentuk organisasi-organisasi propaganda yang dipimpin oleh tokoh-tokoh penguasa Indonesia. Tujuannya agar para pengikut tokoh-tokoh tersebut dapat mengajak rakyat Indonesia untuk mendukung Jepang. Organisasi-organisasi propaganda tersebut antara lain adalah Pusat Tenaga Rakyat PUTERA yang dipimpin oleh Bung Karno dan Bung Hatta, Badan Pertimbangan Pusat CHUO SANGI IN dipimpin oleh Bung Karno, Himpunan Kebaktian Jawa Jawa Hokokai yang dipimpin oleh Gunseikan dan penasihat utama Soekarno. Dampak Pendudukan Jepang di Bidang Ekonomi Seperti yang udah gue singgung di awal, tujuan Jepang datang ke Indonesia adalah karena Indonesia memiliki sumber daya yang berlimpah. Terutama, sumber daya minyak bumi yang dibutuhkan oleh Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, Indonesia memiliki sistem ekonomi bercorak ekonomi perang. Ciri-ciri kehidupan ekonomi pada saat itu ialah adanya pengaturan, pembatasan, dan penguasaan faktor-faktor produksi oleh pemerintah militer. Seluruh kegiatan ekonomi yang sebelumnya dikuasai Belanda diambil alih oleh Jepang. Dalam masa kekuasaannya Jepang juga melakukan beberapa kebijakan dalam bidang ekonomi yang juga membawa dampak bagi bangsa Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut Asimilasi Aset Ekonomi Dalam asimilasi aset ekonomi, Jepang mengambil aset-aset sisa Belanda, dari mulai perkebunan, perbankan, pabrik dan pertanian. Akibatnya, rakyat yang hidup pada masa pendudukan Jepang sangat menderita. Swasembada Untuk mengekang hubungan Indonesia dengan dunia luar, Jepang memunculkan kebijakan untuk melakukan swasembada. Rakyat Indonesia dipaksa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga nggak perlu tu harus impor dari negara lain. Tujuan Jepang pada saat itu adalah supaya Indonesia hanya memiliki ketergantungan pada Jepang aja. Nah, menurut elo apakah kebijakan swasembada ini berdampak baik untuk bangsa Indonesia? Coba deh, share pendapat elo di kolom komentar ya! Setoran Wajib Setoran wajib ini dihimpun dalam lembaga Jawa Hokokai dan Nagyo Kumiai Koperasi Pertanian. Di mana pada saat itu rakyat diwajibkan untuk melakukan setoran kepada pemerintah Jepang sebanyak 30% pendapatan yang mereka peroleh, kemudian 20% ke lumbung desa, 40% untuk pribadi dan sisanya untuk koperasi bersama. Rakyat Indonesia diminta untuk aktif mendukung adanya koperasi bersama. Kalau dilihat-lihat sih kayaknya nggak terlalu merugikan ya? Tapi itu semua hanya tipuan guys. Nyatanya bagian 40% yang harusnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia tetap diminta oleh pemerintah Jepang secara paksa. Dampaknya, banyak rakyat Indonesia yang hidupnya menderita karena nggak memiliki kehidupan yang layak. Dampak Pendudukan Jepang di Bidang Sosial Oke, next adalah dampak pendudukan Jepang dalam bidang sosial. Dalam bidang sosial, Jepang juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Dampak pendudukan Jepang dalam bidang sosial antara lain adalah Larangan Terhadap Seluruh Kebudayaan Barat Jepang mengeluarkan kebijakan untuk melarang semua kebudayaan Barat untuk masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah larangan untuk menggunakan bahasa Belanda. Untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia, Jepang memerintahkan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam pengantar pendidikan. Selain itu, Jepang juga melakukan penghapusan sistem pendidikan yang merupakan warisan Belanda. Tentu aja, sistem pendidikan ini kemudian diganti dengan sistem pendidikan Jepang. Sama seperti sistem ekonominya, sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh Jepang juga bercirikan militerisme. Jadi nih, pas masa kependudukan Jepang di Indonesia, siswa itu menyanyikan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo, disertai dengan pengibaran bendera kebangsaan Jepang Hinomaru, dan harus hormat Kaisar Jepang Seikirei. Eksploitasi Rakyat Masa Pendudukan Jepang merupakan masa yang bisa dibilang paling kelam. Selain melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam, Jepang juga melakukan eksploitasi terhadap rakyat Indonesia. Contohnya, mereka mengeluarkan kebijakan Romusha dan Jugun Ianfu. Masih inget nggak sih apa itu Romusha dan Jugun lanfu? Pada saat itu para laki-laki dipaksa untuk melakukan kerja paksa tanpa imbalan untuk membangun jalan, bahkan mereka juga nggak punya kesempatan buat sekadar istirahat. Akibatnya, banyak rakyat yang meninggal saat melakukan kerja paksa karena kelelahan. Kejam banget kan? Kalau para laki-laki dipaksa untuk melakukan kerja paksa, para perempuan juga menjadi korban kekejaman Jepang. Mereka dipekerjakan sebagai perempuan penghibur Jugun Ianfu dan dipaksa untuk memuaskan nafsu para tentara Jepang. Bener-bener nggak punya perikemanusiaan ya! Romusha Dok, Wikimedia Commons Gimana guys, udah paham belum nih? Tenang aja elo bisa juga dengerin penjelasan materi ini dari tutor-tutor yang kece dengan klik banner di bawah ini ya! Kesimpulan Dari materi yang udah gue sampaikan di atas, elo pasti udah bisa ngeliat apa aja dampak yang diakibatkan dari adanya pendudukan Jepang di Indonesia. Elo mungkin juga setuju sama gue. Jepang juga ngasih dampak positif untuk kehidupan kita sekarang. Ya, meskipun, dampak positif tersebut juga tidak menutup kerugian yang diakibatkan oleh Jepang pada saat itu. Kalau dampak positifnya gue bisa bilang salah satunya adalah Jepang membolehkan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi nasional. Sedangkan dampak negatifnya, secara keseluruhan, elo bisa tau kalau kehidupan masyarakat Indonesia pada saat itu sama sekali nggak mudah. Bahkan kekejaman yang dilakukan Jepang bisa dibilang melebihi Sekutu yang menguasai Indonesia selama 350. Gimana, apakah elo setuju dengan pendapat gue? Contoh Soal dan Pembahasan Oke deh guys, itu tadi penjelasan tentang masa pendudukan Jepang di Indonesia dan dampaknya. Sebelum gue tutup artikel kali ini, gue ada contoh soal nih, siapa tau bisa bikin elo makin tercerahkan, simak ya! Pada masa pendudukan Jepang, wilayah Sumatera dipimpin oleh pemerintah …. A. Kaigun B. Tentara ke-16 C. Angkatan Laut D. Angkatan Darat E. Armada Selatan ke-2 Jawaban D. Angkatan Darat Pembahasan Dalam struktur pemerintahan yang dibuat Jepang, Angkatan Darat Rikugun menguasai wilayah Sumatera dan semenanjung Angkatan Laut Kaigun menguasai wilayah Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Jawabannya adalah D. Sippp, udah selesai deh materi yang gue bagi ke elo kali ini. Jangan lupa ya, selain baca materi, elo juga harus latihan soal-soal nih buat persiapan UTBK. Tenang aja Zenius udah punya soal-soal tryout yang bisa bantu persiapan elo untuk menghadapi UTBK. Elo tinggal klik aja linknya di sini. See You! Baca Juga Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang Referensi Mengapa Jepang Datang ke Indonesia Melalui Kalimantan? – Kompas Modul Pembelajaran Sejarah SMA – Kemdikbud
Ilustrasi dampak pendudukan Jepang terhadap perekonomian di Indonesia. Sumber pendudukan Jepang terhadap perekonomian di Indonesia adalah terjadinya eksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Bahkan banyak yang menyamakan 3,5 tahun penjajahan Jepang dengan 3,5 abad penjajahan Belanda. Benarkah demikian?Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang sejak 8 Maret 1942 hingga berhasil memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama itu pula Jepang menerapkan sistem pendudukan militer yang mengeksploitasi sumber daya alam SDA dan sumber daya manusia SDM untuk membiayai dan memenuhi kepentingan militernya dalam Perang Asia Timur Pendudukan Jepang terhadap Perekonomian di Indonesia berupa Eksploitasi SDADalam buku Seri IPS Sejarah 3 untuk SMP Kelas IX 2007 yang ditulis oleh Prawoto menyebutkan bahwa Jepang mengatur distribusi berbagai barang kebutuhan perang yang berasal dari Indonesia. Sebagai pemilik barang-barang tersebut, masyarakat tidak berhak menentukan apapun. Semua ketentutan tentang harga, jumlah dan cara penyerahan ditentukan oleh aturan-aturan tersebut antara lainMengeluarkan surat keputusan distribusi berbagai jenis logam, seperti besi, tembaga, kuningan dan peraturan penyerahan padi yang besarannya ditentukan oleh Jepang. Harga beras dan gabah ditentukan oleh Jepang. Masyarakat hanya boleh menjual hasil panen kepada Pendudukan Jepang terhadap Perekonomian di Indonesia berupa Eksploitasi SDMIlustrasi dampak pendudukan Jepang terhadap perekonomian di Indonesia. Sumber terhadap sumber daya manusia oleh Jepang telah melampaui kemanusiaan. Masyarakat di pedesaan-pedesaan dimobilisasi untuk kerja paksa yang dinamakan romusha. Mobilisasi tersebut dilakukan untuk membangun fasilitas-fasilitas perang seperti bangunan, benteng, rel kereta api, jalan hingga gua tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Banyak warga Indonesia yang dikirim ke Filipina, Singapura, Siam dan Birma untuk keperluan yang sama. Di negara-negara Asia tersebut terdapat pangkalan-pangkalan militer Jepang selama perang .Mobilisasi tidak hanya dilakukan kepada SDM laki-laki tapi juga ke SDM perempuan sebagai budak hingga menyisakan kisah menyakitkan hingga sekarang. Beberapa mantan jugun ianfu atau karayukisan yang masih hidup menceritakan fakta Indonesia yang masih muda dan sehat juga ada yang direkrut sebagai tentara cadangan, seperti seinendan, keibodan dan Peta. Ada yang menganggap ini sebagai dampak positif karena kesempatan untuk mendapat pendidikan militer pertama kali. Namun sebagian yang melakukannya karena terpaksa, menganggapnya tetap yang dilakukan oleh negara manapun dalam waktu sesingkat apapun melanggar hak asasi manusia. Dampak pendudukan Jepang terhadap perekonomian di Indonesia adalah pengalaman yang sangat menyedihkan sehingga tidak boleh terjadi lagi. LUS
ciri khas eksploitasi sumber alam semasa pendudukan jepang adalah